Rakyat45.com, Bengkulu Tengah – Pemerintah Desa Temiang, Kecamatan Pagar Jati, Kabupaten Bengkulu Tengah, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Pra Pelaksanaan Pembangunan Tahun Anggaran 2026 sekaligus penentuan titik nol kegiatan fisik sebagai langkah awal memastikan pembangunan berjalan transparan, tepat sasaran, dan partisipatif.
Kegiatan yang berlangsung di kantor desa pada Kamis (09/4/2026) ini menjadi forum terbuka antara pemerintah desa dan masyarakat untuk menyelaraskan rencana pembangunan yang telah disusun dalam dokumen perencanaan desa.
Musyawarah tersebut dihadiri Kepala Desa Temiang Ujang Brita, Sekretaris Desa Panggi Oktara, Ketua BPD Beli Deti Sumarni beserta anggota, staf kecamatan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, pendamping desa, perangkat desa, serta berbagai unsur masyarakat.
Melalui Sekretaris Desa Panggi Oktara, Kepala Desa Ujang Brita menegaskan pentingnya Musdes pra pelaksanaan sebagai tahapan krusial sebelum pembangunan dimulai. Forum ini menjadi ruang penyampaian informasi secara terbuka terkait program desa, mulai dari rencana anggaran biaya (RAB), desain teknis, hingga mekanisme pelaksanaan kegiatan.
“Kehadiran bapak ibuk hari ini Tidak hanya menghadiri Musdes praplaksanaan akan tetapi sekaligus menyaksikan kegiatan Titik Nol pembangunan Fisik yaitu Plat Deker di dusun 3 dan pelapis Tebing penahan tanah di dusun 2,saya berharap pekerjaan ini nanti nya mulai dari kualita harus sesuai RAB agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal,” ujar Panggi Oktara.
Ia menyebutkan, sejumlah kegiatan fisik yang akan dilaksanakan pada 2026 bersumber dari Pendapatan Asli Desa (PAD). Penentuan titik nol dilakukan sebagai penanda resmi dimulainya pekerjaan di lapangan.
Pemerintah desa juga memaparkan secara rinci dokumen RAB dan desain teknis kegiatan kepada masyarakat. Langkah ini bertujuan agar warga memahami secara jelas jenis pekerjaan, lokasi, besaran anggaran, serta spesifikasi teknis, sekaligus membuka ruang pengawasan publik.
Melalui forum tersebut, pemerintah desa berharap tercipta kesamaan persepsi serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung pembangunan, baik melalui pengawasan, kontribusi tenaga, maupun pemanfaatan hasil pembangunan.
“Melalui forum ini, pemerintah desa berharap tercipta kesamaan persepsi dengan masyarakat serta mendorong partisipasi aktif warga dalam mendukung program pembangunan, baik melalui pengawasan, kontribusi tenaga, maupun pemanfaatan hasil pembangunan,” tutup Panggi Oktara.
Sementara itu, Ketua BPD Desa Temiang Beli Deti Sumarni mengapresiasi langkah cepat pemerintah desa dalam merespons kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor infrastruktur dan pelayanan publik.
“Semoga ke depan kita tetap solid dan kompak demi kemajuan desa kita,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan peran BPD tidak hanya sebagai pengawas, tetapi turut aktif mendukung seluruh program pembangunan desa.
“Kami dari BPD bersama anggota akan terus ikut andil dalam mendorong kemajuan desa. Kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat adalah kunci utama keberhasilan pembangunan demi kemajuan desa serta mensupport seluruh kegiatan yang bersifat pelayanan masyarakat dan pembangunan untuk kemajuan desa bersama,” tegasnya.
“Kami dari BPD bersama anggota akan terus ikut andil dalam mendorong kemajuan desa. Kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat adalah kunci utama keberhasilan pembangunan demi kemajuan desa serta mensupport seluruh kegiatan yang bersifat pelayanan masyarakat dan pembangunan untuk kemajuan desa bersama. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada Pemdes Temiang saya harap kekompakan dan solid ini tetap selalu terjaga,” pungkasnya.***












