Pusat & DaerahRagam

Hari Pramuka ke-65, Sekda Kaur Tekankan Pramuka Bukan Sekadar Seremonial

23
×

Hari Pramuka ke-65, Sekda Kaur Tekankan Pramuka Bukan Sekadar Seremonial

Sebarkan artikel ini

KAUR, Bengkulu.Rakyat45.com – Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Kabupaten Kaur tak hanya menjadi agenda seremonial. Gerakan Pramuka didorong mengambil peran lebih nyata dalam membentuk karakter generasi muda sekaligus menjawab tantangan kemandirian pangan menuju Indonesia Emas 2045.

Pesan itu mengemuka dalam upacara Hari Pramuka ke-65 yang digelar Gerakan Pramuka Kabupaten Kaur di Lapangan Merdeka Bintuhan, Kamis (27/8/2026).

Upacara dipimpin Sekretaris Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) 0706 Gerakan Pramuka Kaur yang juga Sekda Kaur, Dr. Nasrur Rahman, S.Hut., M.Si., selaku inspektur upacara. Hadir Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kaur yang juga Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid, S.Pd.I., bersama jajaran pengurus dan undangan.

Dalam amanatnya, Nasrur menegaskan, Pramuka harus mampu bergerak melampaui kegiatan seremonial. Pendidikan kepramukaan dinilai memiliki posisi strategis untuk membangun generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, mandiri dan memiliki kepedulian terhadap persoalan bangsa.

«“Pramuka tidak hanya menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda, tetapi juga mengambil peran nyata dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Nasrur.»

Menurutnya, 65 tahun perjalanan Gerakan Pramuka telah membuktikan bahwa organisasi tersebut menjadi salah satu ruang pembinaan generasi muda. Berbagai kader Pramuka kemudian mengabdi di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, ilmu pengetahuan, dunia usaha hingga kegiatan kemanusiaan.

Karena itu, momentum Hari Pramuka harus menjadi pengingat agar pendidikan karakter tidak berhenti pada kegiatan upacara maupun perkemahan, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Hari Pramuka adalah sebuah momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun karakter bangsa sebagai fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045 yang semakin maju, berdaulat, bermartabat serta sejahtera,” jelasnya.

Pramuka Ditantang Ikut Jawab Persoalan Pangan

Nasrur juga membacakan amanat Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso.

Hari Pramuka ke-65 dan Camporee Nasional VII 2026 mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.”

Tema tersebut menegaskan bahwa Pramuka tidak hanya dituntut membangun karakter, tetapi juga membekali generasi muda dengan keterampilan yang relevan terhadap kebutuhan bangsa.

Swasembada pangan, kata dia, bukan sekadar persoalan menanam dan memanen. Di dalamnya terdapat pendidikan, teknologi, keterampilan, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya serta kemampuan generasi muda membaca dan menyelesaikan persoalan di lingkungannya.

Artinya, anggota Pramuka dituntut tidak hanya menjadi peserta kegiatan, tetapi mampu menjadi bagian dari solusi.

Kwarcab Kaur Dorong Pembinaan dari Gugus Depan

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kaur Abdul Hamid mengatakan, peringatan Hari Pramuka secara nasional jatuh pada 14 Agustus 2026. Namun, Kabupaten Kaur melaksanakan upacara peringatan pada Kamis (27/8/2026).

Abdul Hamid mendorong agar momentum tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan. Pembinaan anggota Pramuka harus diperkuat hingga tingkat paling dasar, yakni gugus depan.

“Gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, pendidikan kepramukaan harus terus diperkuat hingga pada tingkatan gugus depan,” tegasnya.

Ia menilai pembentukan karakter sejak dini merupakan investasi jangka panjang. Disiplin, tanggung jawab, kemandirian, kepemimpinan dan semangat kebangsaan yang ditanamkan melalui Pramuka diharapkan menjadi bekal bagi generasi muda untuk memimpin bangsa di masa depan.

“Gerakan Pramuka merupakan salah satu media pembelajaran pembentukan karakter anak-anak. Dengan komitmen itu, kita dapat mempersiapkan pemimpin-pemimpin bangsa di masa depan,” pungkas Abdul Hamid.

Dengan demikian, peringatan Hari Pramuka ke-65 di Kaur membawa pesan yang lebih besar: Pramuka dituntut tidak berhenti pada simbol dan seremonial, tetapi hadir melalui kerja nyata dalam membentuk karakter, kemandirian dan kemampuan generasi muda menghadapi persoalan bangsa.(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *