Bengkulu Tengah – Pemerintah Desa Tengah Padang, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah, resmi memulai kegiatan titik nol perawatan dan perluasan jalan gang desa pada Rabu (08/04/2026). Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya pembangunan infrastruktur desa yang dinilai sangat mendesak untuk meningkatkan akses masyarakat.
Pelaksanaan titik nol tersebut digelar di kawasan Gang Dusun 1 yang terhubung dengan Dusun 3. Program ini menjadi prioritas pembangunan tahun 2026 setelah melalui proses musyawarah bersama antara pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan masyarakat setempat.
Sejumlah unsur penting turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Kepala Desa Tengah Padang Arsandi, Ketua BPD Udin Suparjo beserta anggota, Camat Talang Empat bersama staf, Kapolsek dan Bhabinkamtibmas, pendamping desa, perangkat desa, serta tamu undangan lainnya.
Kepala Desa Tengah Padang, Arsandi, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dari upaya besar dalam meningkatkan kualitas infrastruktur desa. Ia menjelaskan bahwa perawatan dan perluasan jalan gang desa tersebut akan mencakup panjang kurang lebih 3 kilometer.
“Pada hari ini kita melaksanakan titik nol untuk perawatan sekaligus perluasan jalan gang desa sepanjang kurang lebih 3 kilometer. Sebelumnya, pemerintah desa telah mengajukan proposal ke pemerintah kabupaten untuk pembangunan jalan Gang Dusun 1 yang berpapasan dengan Dusun 3,” ujar Arsandi.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebatas perawatan ringan, melainkan juga upaya membuka kembali akses jalan yang selama ini tertutup semak belukar. Kondisi jalan yang kurang terawat dinilai telah menghambat mobilitas warga serta aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Menurutnya, pekerjaan awal akan difokuskan pada pembersihan badan jalan dengan melibatkan berbagai alat sederhana seperti parang, cangkul, dan peralatan lainnya. Kegiatan ini juga melibatkan partisipasi masyarakat sebagai bentuk gotong royong yang menjadi ciri khas pembangunan desa.
Arsandi juga menegaskan bahwa anggaran yang digunakan dalam kegiatan ini bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2026, yang telah disepakati bersama melalui forum musyawarah desa.
“Proses perawatan ini menggunakan Dana Desa tahun 2026 yang merupakan hasil kesepakatan bersama dalam musyawarah antara BPD dan masyarakat. Ini adalah bentuk komitmen kita bersama untuk membangun desa,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya perhatian dari pemerintah kabupaten agar pembangunan jalan tersebut dapat segera direalisasikan secara menyeluruh, tidak hanya sebatas perawatan awal.
“Kita sudah melihat kondisi jalan ini sangat layak untuk mendapatkan perhatian serius. Saya berharap dengan adanya perawatan dan perluasan ini, pemerintah kabupaten dapat segera merealisasikan pembangunan lanjutan agar manfaatnya bisa dirasakan lebih cepat oleh masyarakat,” tegasnya.
Di sisi lain, Ketua BPD Tengah Padang, Udin Suparjo, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan kepedulian pemerintah desa dalam merespons kebutuhan masyarakat, khususnya dalam sektor infrastruktur.
“Saya sangat mengapresiasi kinerja pemerintah desa yang selama ini terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat. Semoga ke depan kita tetap solid dan kompak demi kemajuan desa kita,” ungkap Udin.
Ia juga menegaskan bahwa BPD tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga siap terlibat aktif dalam mendukung setiap program pembangunan desa.
“Kami dari BPD bersama anggota akan terus ikut andil dalam mendorong kemajuan desa. Kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat adalah kunci utama keberhasilan pembangunan,” tambahnya.
Isu utama dalam kegiatan ini menyoroti masih terbatasnya akses infrastruktur di wilayah pedesaan yang berdampak langsung pada aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Jalan yang kurang memadai tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga memperlambat distribusi hasil pertanian dan kebutuhan sehari-hari warga.
Dengan dimulainya titik nol ini, masyarakat berharap adanya perubahan nyata dalam waktu dekat. Perbaikan akses jalan dinilai menjadi langkah strategis untuk membuka isolasi wilayah dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Program ini sekaligus menjadi ujian komitmen pemerintah daerah dalam menindaklanjuti usulan dari desa, sehingga pembangunan tidak berhenti pada tahap perawatan, tetapi berlanjut hingga tahap peningkatan kualitas jalan secara permanen.***












