Rakyat45.com, Bintuhan – Universitas Terbuka Bengkulu memperluas akses pendidikan tinggi bagi perangkat desa dan masyarakat di Kabupaten Kaur melalui kegiatan audiensi dan sosialisasi yang digelar di Aula Lantai II Sekretariat Daerah, Kamis (2/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya di tingkat desa, yang dinilai masih membutuhkan akses pendidikan yang lebih luas dan fleksibel.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid serta Direktur UT Bengkulu Anton Robiansyah. Keduanya menegaskan pentingnya pendidikan berkelanjutan sebagai fondasi pembangunan daerah.
Direktur UT Bengkulu Anton Robiansyah dalam pemaparannya menekankan bahwa sistem pendidikan yang ditawarkan Universitas Terbuka dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu, terutama bagi mereka yang sudah bekerja.
Menurutnya, UT hadir dengan konsep pembelajaran terbuka dan jarak jauh yang memungkinkan mahasiswa tetap menjalankan aktivitas utama tanpa harus meninggalkan pekerjaan atau tanggung jawab di lingkungan masing-masing.
Ia menjelaskan bahwa berbagai program studi tersedia dengan sistem pembelajaran yang fleksibel, baik secara daring maupun kombinasi dengan tatap muka terbatas. Hal ini dinilai sangat relevan bagi perangkat desa yang memiliki jadwal kerja padat.
Selain fleksibilitas, UT Bengkulu juga menawarkan program percepatan pendidikan melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program ini memungkinkan pengalaman kerja peserta diakui sebagai satuan kredit semester (SKS), sehingga masa studi dapat dipersingkat secara signifikan.
“Melalui program RPL, pengalaman kerja yang dimiliki dapat dikonversi menjadi SKS, sehingga peserta dapat menyelesaikan pendidikan S1 dalam waktu sekitar 2,5 hingga 3 tahun tanpa harus meninggalkan aktivitas utama” jelasnya, Selasa (7/4/2026).
Dari sisi pembiayaan, UT Bengkulu juga menawarkan biaya kuliah yang relatif terjangkau dibandingkan perguruan tinggi lainnya. Untuk jenjang sarjana (S1), tersedia beberapa pilihan layanan, mulai dari sistem full online hingga layanan dengan dukungan tutorial lebih intensif.
Rincian biaya tersebut meliputi program SIPAS Non-TTM (Full Online) sebesar Rp1.300.000, SIPAS Semi Rp1.750.000, SIPAS Penuh Rp2.200.000, serta SIPAS Plus Rp2.400.000.
Sementara itu, untuk jenjang pendidikan lanjutan, biaya kuliah program magister (S2) berkisar sekitar Rp8.500.000 per semester, sedangkan program doktor (S3) sekitar Rp12.500.000 per semester.
Program ini tidak hanya menyasar perangkat desa, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum yang ingin meningkatkan kompetensi dan memperluas peluang karier melalui pendidikan tinggi.
Di sisi lain, Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa kehadiran UT Bengkulu menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kapasitas aparatur desa yang selama ini terkendala akses pendidikan.
“Kegiatan ini merupakan langkah yang sangat baik untuk mendukung peningkatan kapasitas dan kompetensi perangkat desa dan masyarakat. Dengan meningkatnya kualitas sumber daya manusia, tentu akan berdampak pada tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik ke depannya” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa sistem kuliah fleksibel yang ditawarkan UT memberikan kemudahan bagi perangkat desa untuk tetap menjalankan tugas sambil melanjutkan pendidikan.
“Perangkat desa diberikan kemudahan dalam memilih sistem perkuliahan, baik secara daring maupun luring. Selain itu, dapat juga memanfaatkan Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) yang ada di Kabupaten Kaur” ujarnya.
Saat ini, Kabupaten Kaur telah memiliki lima Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) yang berfungsi sebagai pusat layanan akademik dan non-akademik. Fasilitas ini memudahkan mahasiswa dalam mengakses berbagai kebutuhan perkuliahan, mulai dari registrasi, pengambilan modul, hingga pelaksanaan ujian.
Keberadaan SALUT dinilai menjadi faktor penting dalam mendekatkan layanan pendidikan kepada masyarakat, terutama di daerah yang jauh dari pusat perguruan tinggi.
Lebih lanjut, Abdul Hamid menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan kebutuhan mendesak di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat dan kompetitif.
“Perangkat desa harus terus meningkatkan kemampuan dan kapasitas agar mampu menjalankan program-program pemerintah dengan baik dan tepat sasaran,” tambahnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan tinggi, sekaligus mendorong lebih banyak warga Kabupaten Kaur untuk melanjutkan studi.
Dengan pendekatan fleksibel, biaya terjangkau, serta pengakuan pengalaman kerja melalui RPL, UT Bengkulu dinilai mampu menjadi solusi strategis dalam mempercepat peningkatan kualitas SDM di tingkat desa.
Upaya ini sekaligus mempertegas bahwa akses pendidikan tidak lagi menjadi hambatan utama, melainkan peluang yang terbuka luas bagi siapa saja yang ingin berkembang dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.***












