Desa Maju

SDN 35 Seluma Usulkan Pembangunan Laboratorium ke Dinas Pendidikan, Fasilitas Praktikum Masih Minim

19
×

SDN 35 Seluma Usulkan Pembangunan Laboratorium ke Dinas Pendidikan, Fasilitas Praktikum Masih Minim

Sebarkan artikel ini
SDN 35 Seluma Usulkan Pembangunan Laboratorium ke Dinas Pendidikan, Fasilitas Praktikum Masih Minim
Kepala SDN 35 Seluma, Sukardianto. (R45/Renaldi)

Rakyat45 Bengkulu – SD Negeri 35 Seluma yang berada di Desa Pasar Ngalam, Kecamatan Air Periukan, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, mengajukan usulan pembangunan gedung laboratorium lengkap dengan fasilitas pendukungnya kepada Dinas Pendidikan setempat. Pengajuan tersebut dilakukan karena hingga kini sekolah tersebut belum memiliki laboratorium untuk menunjang kegiatan belajar mengajar siswa.

Kepala SDN 35 Seluma, Sukardianto, menjelaskan bahwa keberadaan laboratorium menjadi salah satu kebutuhan penting bagi sekolah guna meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya dalam kegiatan praktik siswa.

Menurutnya, pihak sekolah telah mengusulkan pembangunan gedung laboratorium beserta perlengkapan di dalamnya agar proses belajar dapat berjalan lebih optimal.

“Kami berharap usulan pembangunan laboratorium ini dapat direalisasikan oleh pemerintah daerah. Fasilitas tersebut sangat penting untuk menunjang kegiatan belajar siswa di SDN 35 Seluma,” ujar Sukardianto saat diwawancarai.

Ia menambahkan, hingga saat ini sekolah belum memiliki ruang laboratorium yang layak. Peralatan praktikum yang tersedia pun masih sangat terbatas dan sebagian besar merupakan perlengkapan lama yang jumlahnya hanya belasan unit.

“Laboratorium memang belum ada. Sementara peralatan praktikum yang ada hanya peninggalan lama dan jumlahnya sangat terbatas,” jelasnya.

Sukardianto juga menyampaikan bahwa proposal pengajuan pembangunan laboratorium telah disampaikan kepada pihak terkait melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Seluma. Pihak sekolah berharap usulan tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah daerah.

Selain pembangunan laboratorium, sebelumnya sekolah juga mengusulkan bantuan sarana belajar lain seperti meja dan kursi siswa yang dinilai masih kurang.

Namun pada tahun 2025, bantuan yang diterima sekolah dari Dinas Pendidikan hanya berupa peralatan olahraga serta papan nama sekolah yang dipasang di depan lingkungan sekolah.

“Untuk bantuan olahraga dan papan nama itu sebenarnya bukan usulan dari sekolah. Yang kami ajukan sebelumnya adalah kebutuhan meja dan kursi atau bangku siswa,” kata Sukardianto.

Di sisi lain, ia menilai kondisi tenaga pengajar di SDN 35 Seluma saat ini relatif mencukupi untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Meski demikian, masih terdapat beberapa guru yang berstatus honorer.

“Sekarang masih ada sekitar enam guru honorer. Sebagian sudah memiliki sertifikasi, tetapi jam mengajarnya belum mencukupi,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *